Rolet atau permainan peran adalah suatu metode pembelajaran yang telah lama digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengembangan bakat di Indonesia. Metode ini memungkinkan peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung dan berperan sebagai karakter tertentu dalam suatu situasi tertentu.
Menurut Dr. Hadi Suroyo, seorang ahli pendidikan dari Universitas Indonesia, rolet dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. “Dengan berperan sebagai karakter lain, peserta didik dapat melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda dan belajar untuk memahami perbedaan,” ujar Dr. Hadi.
Dalam konteks pendidikan formal, rolet sering digunakan dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Menurut Prof. Dr. Nurhayati Rahman, seorang pakar bahasa dan sastra dari Universitas Gadjah Mada, rolet dapat membantu peserta didik untuk memahami dan menghayati karya sastra dengan lebih mendalam. “Dengan berperan sebagai karakter dalam sebuah cerita, peserta didik dapat merasakan emosi dan konflik yang dialami karakter tersebut,” jelas Prof. Nurhayati.
Namun, rolet tidak hanya bermanfaat dalam konteks pendidikan formal. Beberapa organisasi non-pemerintah juga menggunakan rolet sebagai metode pengembangan bakat dan kepemimpinan. Menurut Rini Wulandari, seorang pengelola program pengembangan kepemimpinan dari Yayasan Pendidikan Anak Indonesia, rolet dapat membantu peserta untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi diri. “Dengan berperan sebagai pemimpin dalam suatu simulasi, peserta dapat belajar mengelola konflik, mengambil keputusan, dan memimpin tim dengan efektif,” ujar Rini.
Dengan demikian, rolet memang memiliki peran yang penting sebagai sarana pendidikan dan pengembangan bakat di Indonesia. Metode ini tidak hanya membantu peserta didik untuk belajar dengan lebih menyenangkan, tetapi juga membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri secara holistik. Sebagai pendidik dan orang tua, mari kita dukung penggunaan rolet dalam pendidikan anak-anak kita agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik.